Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

WEBINAR

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

Proyek Peningkatan Jalan Kapujan - Rimbo Data Kabupaten Solok, Melalui BPJN Sumbar Dikerjakan PT. Arpek Primadhamor, Athari : Perjuangan Dana Rp36 M Sangat Berat, Diharapkan Rekanan Bisa Bekerja Tepat Waktu dan Mutu

Senin, 14 Agustus 2023 | Agustus 14, 2023 WIB Last Updated 2023-08-15T02:38:33Z

 

SOLOK, HARKu_Pekerjaan peningkatan jalan Kapujan - Rimbo Data Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, mulai dikerjakan. Dana sebesar Rp36 Miliyar untuk penghubung antara Kecamatan Tigo Lurah dengan Kecamatan  Lembah Gumanti, melalui perjuangan berat  agar terbuka akses jalan yang puluhan tahun terisolasi


Athari Gauthy Ardi, anggota Komisi V, Srikandi Minang asal Solok, merasa miris melihat kondisi jalan itu. Apalagi, ia pernah merasakan mobilnya terperosok bersama mobil ayahnya, Epyardi Asda Bupati Kabupaten Solok, saat melewati jalan itu. Derita warga puluhan tahun terisolasi, membuat hati Arhari terenyuh. Ia pun bertekat memperjuangkan anggaran untuk perbaikan jalan itu


Perjuangan berat, Athari Gauthi Ardi, terlihat, awalnya pekerjaan jalan itu, hanya disetujui Rp9 M, itupun ditolak Athari. Karena, tak sesuai kebutuhan. Dengan melampirkan seluruh data, Athari terus meyakinkan Kementerian PUPR untuk pembangunan jalan tersebut menelan dana Rp39 M. Perjuangan itu, berbuah hasil dan disetujui Rp37 M. 


Namun, setelah proses lelang disepakati Kementerian PUPR dengan perusahaan pemenang, mendekati angka Rp36 M. Sekarang, pekerjaan jalan itu sudah dimulai. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Sumbar dikerjakan dan dikerjakan PT. Arpex Primadhamor, aktifitas pekerjaan sudah terlihat dilapangan.


Proyek bernomor kontrak KU.02.01/KTR.16.PPK-2.5.PJN II/VI/2023, mulai kontrak 24 Juli 2023, masa pelaksanaan 161 hari kalender itu, diharapkan bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu. Sebab, dengan selesainya jalan penghubung utama tersebut, akan menopang peningkatan perekonomian dan sektor lainnya bagi masyarakat setempat. 


Sehingga, hasil bumi disana bisa dibawa keluar untuk dipasarkan."Saya yakin berhasilnya perjuangan saya di pusat, tidak lepas dari doa dan harapan seluruh masyarakat kita," kata Athari, seraya menyebutkan, ia akan terus memperhatikan daerah daerah yang selama ini, terabaikan. Dan, tak ada lagi yang namanya desa tertinggal.


Untuk pekerjaan proyek masa pemeliharaan 345 hari kalender itu, Athari berharap pekerjaan betul betul berkualitas dan sesuai spesifikasi teknis. Jangan, gara gara mencari keuntungan, mutu dan kualitas diabaikan.


"Harapan kita, rekanan bisa bekerja tepat waktu dan tepat mutu. Pekerjaan selesai tepat waktu, sehingga bisa dinikmati masyarakat. Bekerja tepat mutu, agar pekerjaan bisa dimanfaatkan untuk jangka waktu panjang," kata Athari mengakhiri. Nv

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update